Puisi-Puisi Roy Ramadhan | Lingkar Jarak



Lingkar Jarak

Apa yang terjadi setelah selesai menjadi malam di akhir November
Aku memilih mengungsi ke hatimu, meski harus berjumpa wajah badai, gelimang darah. 
Makna telah dikaji pada sembab bibirmu
Kudapati rimbun sajadah mengelap keningmu, membersihkan sisa-sisa bening air mata. 
Berangkatlah waktu, mencari celah senyummu, bolehkah meraut dedaunan di pipimu, tangkai dan pelangi subur ramai rambutmu.


13 Desember 2021


Menyemai

Sehabis pulang dari tanah erangan
Dalam pendaran cahaya 
Kulihat wajah manis menyeberangi kelokan cadas sungai, terjun ke kubangan air
Menjelma dirimu.
Malam telah kacau dicabik bulan
Terdengar lagi denting jantung 
Yang berdebat, mempermasalahkan apa yang harus disisipkan di simpang jemari setelah matamu membuka pagi.
Sampai suntuk masih saja tergesa-gesa dikejar almanak tua
Mungkin yang aku butuhkan bukan mengarang kata untuk diarak pada keningmu 
Melainkan cinta dan benturan rasa
Pada napas keroncongmu.


13 Desember 2021


Tarakan Melambai

Kita telah diincar dua hari lalu
Dari belahan dunia lain
Sumber daya alam melahirkan pikiran liar 
Para kolonial
Minyak bumi dan gas telah mencair pada matanya membentuk air mata rakyat jelata
Hatinya yang selera batu bara dan nikel
Telah mematuk masyarakat
Dengan embel-embel membebaskan penjara dari beredel Belanda
Yang pada akhirnya hanyalah drama
Mengeruk bangkai pesawat dan kapal selam.
Kita tidak punya pilihan selain menyerah pada telinga manusia serakah, pasrah akan pancaran busur panah dari Jepang.
Tibalah di perut 11 Januari 1942
Dua puluh ribu tentara menancapkan batangnya di Tarakan
Sejarah digenggam ketiak Belanda
Siapalah yang berani menyambut kedatangannya kecuali sesama penjahat cerita negara.


24 Januari 2022



Biodata Penulis

Roy Ramadhan adalah nama pena dari Rohekil Makhtum. Kelahiran Sumenep, 26 Maret 2002. Berdomisili di Giliyang, Sumenep Madura. Sedang menempuh pendidikan di Universitas Udayana dan aktif di Teater Orok.


Editor    : Sukron Hidayat


Gambar oleh S. Hermann & F. Richter dari Pixabay

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال