Puisi-Puisi Mohammad Fathan Farihi | 10 Tahun Lalu

 


10 Tahun Lalu
: Alm. KHR. Ach. Fawaid As'ad

10 tahun lalu
tanah haram kehilangan seorang panutan
yang rela sengsara
demi kokoh merawat bangsa.

10 tahun lalu
tanah haram dipenuhi gerimis kehilangan 
membanjiri relung insan Nusantara
bahkan,
langit pun ikut terisak-isak
menyertai heningnya semesta
selama tujuh hari tujuh malam
karena tak menyangka,
akan perginya singa podium pengganti sang abah.

10 tahun lalu
Geluduk menggelegar seperti malam ini
hati serasa dihujani beribu tombak
atas duka yang dihantarkan seseorang
napas sesak,
para santri sibuk meleburkan diri
dalam kenang langkah-langkah jihadnya

Banyuwangi, 9 Maret 2022



Kabar Luka
: Alm. Lora Muhammad Dhofir Ibrahimy

Aku bertanya-tanya,
Apakah hujan semalam,
Adalah sapamu yang terakhir?
Dan juga,
Isak tangis para malaikat,
Masyayikh,
Beserta Tuhan?

"Wahai waladus syaikh, titip salam untuk para lelehur-leluhur. Dan, khusnul hayat telah tersemat pada tubuhmu."

Seluruh semesta,
Dan batin-batin Sukorejo
Terguncang,
Hingga porak-poranda
Melihat kabar sendumu,
Yang menjadi sarapan pagi.

"Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa' fu'anhu."

Banyuwangi, 4 November 2021



Darah dalam Kenang

Sajadah,
Peci,
Mukena,
Seragam veteran
Berlumur darah

Menyambut kedatangan NICA
Karena hubbul wathon,
Yang berlandas resolusi jihad,
Terjamin fi sabilillah saat wafat

Decitan tasbih,
Seloroh terompah,
Serta lantunan hizb para wali
Bung Tomo, berorasi
Mengibarkan takbir
Untuk, menyingkap
Tabir kata merdeka
Dengan senjata,
Ala kadarnya
Menghentikan roda than cook

Demi harga diri !

Gugurnya panglima NICA,
Oleh santri, yang berbekal
Resolusi sang kiai
Yang ia tanam dalam hati
Terasingkan dari sejarah
Untuk,
Menutup kemaluannya
Terhadap lawan di perang dunia

Banyuwangi, 11 November 2021


Biodata Penulis
Mohammad Fathan Farihi adalah salah satu penghuni rumah proses Sanggar Seni Matahari OSIS SMK Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo, yang terlahir berselimut angin laut Muncar (Banyuwangi). Saat ini, tergabung dalam Kelas Puisi Bekasi (KPB) dan Komunitas Penikmat Puisi (KOPIP), serta baru mengais ilmu juga mengabdi di PAC IPNU Muncar, tepatnya Ranting Kedungrejo.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال