Kaderisasi Kepemimpinan Sebagai Proses Pengaderan dalam Mewujudkan Generasi yang Inovatif

Ilustrasi: Makesta I PAC IPNU IPPNU Sumberwringin September 2021


Organisasi (bahasa Yunani: ὄργανον, organon - alat) merupakan wadah atau tempat berkumpulnya orang dengan 3 sistematis, terpimpin, terkendali, terencana, rasional dalam memanfaatkan segala sumber daya baik dengan metode, material, lingkungan dan uang serta sarana dan prasarana, dan lain sebagainya dengan efisien dan efektif untuk bisa mencapai tujuan organisasi.[1]

Dalam organisasi yang menjadi wadah untuk mendapat pengalaman dan wawasan yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas. Dalam organisasi pula, para anggota dilatih untuk bersosialisasi dengan orang lain, bekerja sama dan memiliki satu visi dan misi yang sama demi terwujudnya tujuan dalam organisasi tersebut. Namun, tidak hanya itu dalam organisasi pula menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas.

Namun, sama halnya dengan kehidupan yang terus berputar. Dalam kehidupan di organisasi mengalami pergantian kepengurusan menuju generasi selanjutnya. Untuk melanjutkan estafet kepengurusan sangat diperlukan pembekalan agar kader selanjutnya mampu menjaga nilai-nilai dasar lembaga serta menjalankan organisasi lebih baik dari periode sebelumnya. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sebuah kegiatan di mana kegiatan tersebut mampu menjadi tempat meningkatkan kapasitas kader agar mampu melanjutkan estafet keorganisasian. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan sebuah proses kaderisasi sebagai sarana mempersiapkan kader muda untuk mewujudkan estafet kepengurusan. Kaderasi dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan di mana kaderisasi adalah sarana untuk membentuk kader yang melanjutkan regenerasi. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio atau regenerasi) yang melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Peran kaderisasi dalam organisasi sebagai berikut pewarisan nilai-nilai organisasi yang baik, penjaminan keberlangsungan organisasi, dan sarana belajar bagi anggota. Dalam hal ini, proses kaderisasi dalam organisasi kepemudaan telah dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan tentang kepemimpinan. Seperti halnya dalam sebuah organisasi kegiatan PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) merupakan bekal pertama dan paling utama bagi setiap anggota organisasi. Mengingat pentingnya sikap kepemimpinan yang harus dimiliki oleh setiap orang terlebih para organisatoris.

Setiap kepengurusan organisasi jiwa pemimpin harus dimiliki, karena mereka akan bersosialisasi dengan banyak orang dan banyak dari kegiatan mereka akan melibatkan untuk menggerakkan sekumpulan orang menuju ke suatu tujuan yang ditetapkan dengan mendorong mereka bertindak tanpa memaksa. Hal ini sesuai dengan sebuah riwayat hadis muslim yang artinya: 

Dari Ibnu Umar RA dari Rasulullah SAW sesunggguhnya bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggungjawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya." (HR. Muslim).[2] 

Dalam hadis tersebut sudah dijelaskan bahwa setiap orang adalah pemimpin. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan-kecakapan di suatu bidang, sehingga mampu memengaruhi orang lain. Kepribadian ini sangatlah penting bagi setiap organisatoris. Sebab, seseorang yang memiliki jiwa pemimpin maka dia akan mudah untuk mengatur dirinya dan orang lain. Kepemimpinan yang efektif yaitu inteligensi yang cukup tinggi kemampuan melakukan analisis situasi dalam mengambil keputusan dan kemampuan mengaplikasikan hubungan manusiawi yang efektif agar keputusan dapat dikomunikasikan. Kesempatan yang diberikan merupakan kegiatan yang berisikan upaya-upaya yang mendukung bagi integritas kepribadian dan kemampuan menggerakkan orang lain terus-menerus sehingga mempersiapkannya menjadi pemimpin, langkah ini disebut kaderisasi. Kepemimpinan adalah suatu ikhtiar untuk mengambil keputusan saat ini, menginformasikan dan mengomunikasikan kepada yang lain serta menggerakkan berbagai potensi dan sumber daya supaya mau serta mampu mengatur dan mengadministrasi atau memanajemen untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa depan.[3]

Dari uraian tersebut, sangat penting adanya kaderisasi kepemimpinan saat ini sebagai upaya untuk proses pengaderan dalam menciptakan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan di masa yang akan datang. Mengingat kembali bahwa, setiap orang harus memiliki jiwa-jiwa kepemimpinan sebagai sikap atau proses seseorang dalam memengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk mewujudkan tujuan bersama dalam organisasi.


[1]    Wikipidedia, https://id.m.wikipedia.org, diakses pada tanggal 24 Januari 2021, 15.16 WIB
[2]    https://www.kompasiana.com, Diakses pada tanggal 24 Januari 2022. 15:22 WIB
[3]    Kartakusuma, B (2006). Pemimpin Adiluhug Genealogi Kepemimpinan Kontemporer. Jakarta:Teraju


Editor    : Sukron Hidayat

إرسال تعليق

أحدث أقدم

نموذج الاتصال